Pages

Makrab Bohlam 2011 @Kaliurang

Sehari semalam kumpul kebo bersama seluruh Bohlamers

Pinasthika 2010

Borong 6 piala di panggung Pinasthika 2010

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, June 16, 2008

Creative Work Plan "Ayo Reresik Bebarengan!"

CREATIVE WORK PLAN


I. KEY FACT

Bohlam Advertising berkolaborasi dengan Komunitas 16+ (DesKomVis ISI) yang sama-sama bergerak di bidang periklanan, membentuk suatu komunitas yaitu "Out Taste" (baca: autis). Out Taste ini diprakarsai oleh Pak Sumbo Tinarbuko yang ingin memajukan dunia periklanan Jogja. Out Taste akan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai ruang kreasi anak kreatif di mana mereka dapat saling bertukar pikiran atau ide (brainstorming) untuk membuat iklan yang bagus. Maka dari itu, untuk mengenalkan Out Taste ke masyarakat, Out Taste akan menggelar pameran pada:

Tanggal: 3 s/d 7 Juli 2008
Tempat: Unit Gawat Dagadu (Jl. Pakuningratan)
Dalam rangka: Memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 2 Juli 2008
Tema: Lingkungan Hidup, dengan titik fokus masalah sampah non organik
Judul Kegiatan: "Ayo Reresik Bebarengan!"


Tujuan dari acara ini adalah untuk mengampanyekan kesadaran akan lingkungan hidup kepada seluruh lapisan masyarakat. Konsep dari kegiatan ini adalah pameran karya yang bertemakan lingkungan hidup dengan fokus sampah non organik. Untuk menyukseskan pameran tersebut, maka baik Bohlam maupun 16+ sama-sama menampilkan karya-karya mereka. Bagi Bohlam, karya yang dibuat yaitu berupa Iklan Layanan Masyarakat sedangkan 16+ membuat karya Desain Sosial. Karya yang akan dipamerkan sebelumnya akan dikurasi oleh Pak Sumbo. Deadline untuk pembuatan iklan jatuh pada tanggal 21 Juni 2008.


II. PROBLEM

Tema yang disorot adalah sampah. Mengapa sampah? Masalah sampah dan kerusakan lingkungan hidup masih menjadi masalah besar yang dihadapi umat manusia. Semakin banyak manusia, semakin banyak sampah dan hal itu tak terhindarkan lagi. Sampah telah beredar di mana-mana baik di darat, air, maupun udara. Hidup kita selalu tidak jauh dari hal-hal yang berbau sampah. Selama sampah ini didaur ulang, ditunggu sampai busuk, atau disembunyikan dari pandangan umum, namun belum tentu tindakan-tindakan ini dapat mengurangi sampah yang ada.


III. ADVERTISING OBJECTIVE

Pesan yang ingin kita sampaikan ke masyarakat melalui iklan kita nanti adalah mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah di hari mendatang. "Reresik" bukan hanya memindahkan sampah dari kamarmu ke tong sampah, tapi buatlah sesuatu sehingga sampah itu tidak lagi menjadi masalah; bahkan misalnya menjadikan sampah tersebut dapat dipakai lagi atau dialih fungsikan.


IV. SEGMENTATION

*Demografi

Jenis kelamin: Perempuan dan Laki-laki
Usia: 18-25 tahun
Lifestyle: Males membersihkan sampah, konsumtif (kalau beli barang maka suatu hari barang itu akan jadi sampah juga)
*Geografi: Yogyakarta


V. TONE AND MANNER

Gunakanlah local insight! Cari kisi-kisi dan nilai-nilai lokal masyarakat Yogyakarta yang bisa diangkat menjadi konsep kreatif iklan, sehingga iklanmu nanti "ngena" banget di hati masyarakat Yogyakarta.


VI. MANDATORIES & LIMITATION

-Ukuran kertas: A3
-Kumpulkan dalam bentuk softcopy saja

----------------------------------------------------

OK. Good luck guys! Kalo ada yang mau ditanyakan dan dikonsultasikan, hubungi Ticca (Project Officer) atau Putri/Ceuceu (Creative Director) ya!!



**posted by Acynthia Putri, who's still learning copywriting**

Friday, May 16, 2008

bohlam kemana ajah,,,,

bohlam baru ajah generasi,,

jadi bertambah 37 orang,,
beh,, horeeeee bgt kan tuh...



aaayyyyooo semangat,,



-jegeg-

Tuesday, April 1, 2008

Bohlam - Adfest.



Mmmmmm...
Hehe, ternyata tetep g berubah!
Padahal bayangan ku kalo2 tetep menutup mata
dan berharap, akan terjadi keajaiban shg High Five
menang!
Walopun sebenernya "Bohlam going Adfest" itu sesuatu
yg blm pernah kbayang, waow banget!
Buat temen2 yg belum tau,
Adfest taun ini (yg d Thailand it)Bohlam ambil bagian
sebagai partisipan.
Karya yg dikirimin yang kemarin dpt silver
di Citra Pariwara.
Slamat buat Bohlam :)
Cool man!

Mmmmmmmm...
(brubah brubah brubah! please...)

Salam
dwijatmokohadisusilo

Sunday, March 23, 2008

Paskah 2008



Paskah enak ya,ad liburnya :)
semoga esok hari kita masi inget sama Paskah.
Selamat Paskah bagi semua teman2 Bohlam.

Salam
Dwijatmokohadisusilo

Tuesday, February 19, 2008



Review Iklan

Brand : Cafe Del Mondo

Seperti kita tahu bahwa RAS di Negara kita sangat sekali menjadi hal tabu untuk dibahas, bahkan sebagai bahan perdebatan antar RAS, bisa – bisa menjadi sebuah pemicu untuk munculnya perang saudara. Akan tetapi disini kita tidak akan membahas tentang itu, biarkan mereka yang mempunyai perasaan yang sensitive dan tidak rasional yang membahas itu. Di review iklan ini yang dibahas adalah sebuah pesan kepada masyarakat yang dilakukan oleh sebuah brand untuk memasarkan sebuah produknya. Dan bahkan mendidik konsumen untuk menaati sebuah konteks pesan yang sengaja dibuat agar konsumen tertarik.


Di ilmu komunikasi ada teori yang disebut sebagai teori persuasive, yang saya tahu adalah bagaimana trik dan tips untuk menarik hati setiap orang agar bisa ikut dalam rule atau pesan yang disampaikan ke semua orang, teori yang bisa dilakukan oleh banyak orang ini merupakan hal dasar setiap pesan yang ingin disampaikan orang ke orang yang lain.


Konon, ada sebuah istilah yang dibuat dan sekarang menjadi panutan kita dalam menyampaikan sebuah informasi atau pesan itu disebut sebagai “iklan”, entah darimana istilah itu timbul, akan tetapi itulah yang sudah menjadi sebuah kesepakatan bersama yang harus kita anut. Nah, teori yang saya sebutkan tadi diatas merupakan teori dasar yang harus ada didalam sebuah iklan, disamping ada teori – teori lain yang nantinya mendukung.


Menurut dosen semiotik saya, Sumbo Tinarbuko Iklan pada dasarnya adalah produk kebudayaan massa. Memang benar itulah yang terjadi, iklan dimata kita menjadi sebuah budaya yang sudah menjadi konsumsi public, produk inilah yang menjadi konsumsi masayarakat sehari – harinya. Dan satu lagi yang bisa dianut oleh kita adalah teori yang sudah sangat lama dan menjadi panutan setiap mahasiswa bahakan orang iklan adalah Produk kebudayaan masyarakat industri yang ditandai oleh produksi dan konsumsi massal. Kepraktisan dan pemuasan jangka pendek antara lain merupakan nilai-nilai kebudayaan massa (Jefkins, 1996:27). Artinya, massa dipandang tidak lebih sebagai konsumen. Hubungan antara produsen dan konsumen adalah hubungan komersial semata saja. Interaksinya, tidak ada fungsi lain selain memanipulasi kesadaran, selera, dan perilaku konsumen. Cukup untu maslah iklannya.


Sekarang kita masuk dalam situasi dimana kita harus melihat sebuah iklan yang ada diatas. Iklan ini lebih kepada layout yang sengaja dibuat kanan dan kiri yang menjelaskan bahwa ingin menyampaikan “before-after” meskipun tidak dituliskan secara gamblang pada iklannya, dari segi layout yang hanya ber background layar putih sudah sangat jelas sekali bahwa iklan ini mengambil insight keseharian yang dilakukan banyak orang, maaf : orang cina identik dengan mata sipit “ karena insight itu menjadikan sebuah bahan ejekan bagi orang cina itu sendiri, dari orang lain, khususnya adalah bagi orang jawa.hehehehe. Insight inilah yang diambil oleh si pembuat ilan ini, bukan hanya di jawa saja melainkan diseluruh penjuru dunia, orang putih suku keturunan cina, yang namanya korea, jepang ataupun dimanapun orang berada, tahu bahwa orang keturunan itu pasti bermata sipit. Itu yang diambil.


Setelah melihat insight tersebut kita coba untuk mengkawinkan antara insight itu dengan brand produk yang ada pada iklan tersebut, brand produk tersebut merupakan produk kopi yang ada pada sebuah café, yang pada umumnya adalah fungsi dari sebuah minuman kopi adalah untuk membangkitkan atau membuat mata menjadi tidak mengantuk. Disini sangat jelas sekali bisa dilihat bahwa insight yang diambil tadi sudah sangat pas dan cocok sekali dengan produk yang ingin dijual kepada konsumen, bahwa orang cina yang lahir dari kecil sudah ditakdirkan menjadi orang yang mempunyai anugrah untuk mempunyai mata sipit akan melek lebar – lebar karena minum kopi yang berasal dari Café tersebut. Diperjelas lagi dengan tulisan yang berada dibawahnya “extra strong coffe for asia : Sumatra bold” di tulisan ini juga menyebutkan juga kekuatan yang ada bahwa kopi yang ada tersebut merupakan berasal dari asia sedangkan orang cina sendiri adalah berasala dari Ras asia bukan, nah, cocok sekali kan. Simplenya adalah seperti ini, orang cina yang begitu sipit saja bisa sampai membelakkan mata selebar itu karena minum kopi yang berasal dari asia ini. Seperti itulah.
Kurang affdol dan lengkap kalo analisis iklan itu tidak dengan SWOT, kata dosenku si.. nah, saya mencoba untuk menganalisis dengan SWOT yang saya juag mencoba unutk mengerti apakah itu,


Strength : kekuatan yang sangat jelas ada dalam iklan tersebut adalah kuatnya insight yang diambil dari sebuah realitas yang ada dalam masyarakat yang tentunya menjadi sebuiah habith yang selalu saja digunakan untuk memulai sebuah ejekan bagi oprang cina, istilahnya adalah orang cina yang mencoba dibangunkan oleh produk kopi yang sangat kuat kadar kopinya.


Weakness : nah ini, tidak salah lagi kelemahannya adalah konsep yang diangkat disini adalah sesuatu hal yang sangat sensitive sekali untuk menjadi sebuah perdebtan, tentunya si pembuat iklan sudah mengetahui resiko dan apa efek yang nantinya akan didapat oleh semua konsumen yang nantinya akan melihat iklan ini.


Opportunity : peluangnya adalah, semua brand café yang saya lihat pasti akan menggunakan dan mengandalkan harga dan kualitas akan produk kopinya, akan tetapi produk ini menjadi berbeda dengan produk yang lainnya istilahnya yang saya tahu adalah “out of the box”


Threat : banyak sekali brand atau café yang menjual kopi yang selalu mempunyai promise yang sama dengan café – café yang lain.

Dilihat dari berbagi macam dan bentuk yang ada sebuah iklan bisa dilihat dari sisi manapun, semiotic, konsep, strategic thinking, dan segalanya yang ada, kalau dijabarkan bisa menjadi beberapa ratus buku (walah berlebihan), karena saya mempunyai keterbatasan dan masih banyak yang harus saya pelajari, besar harapan saya mendapat comment dari temen – teman yang membacanya, termasuk CD saya. Hehehehe…

-ae-
http//:www.albertuseko.blogspot.com/

Friday, February 8, 2008

review iklan



Iklan PEPSI

Semua orang pasti sudah mengenal produk ini sehingga iklan yang dibuat pun cukup sederhana (menurut saya, kalo menurut kalian engga, ya udah....).
Sepertinya PEPSI cukup membaca apa yang sedang banyak dibicarakan oleh hampir 75% penduduk di dunia yakni tentang Global Warming. Di kanan bawah terlihat tanda daur ulang dan ada kata-kata please recycle sehingga PEPSI ingin mengatakan bahwa produknya ini adalah produk yang sayang pada lingkungan sebab botolnya tidak akan menjadi limbah yang tak bisa di daur ulang.

Oke.. tarik nafas…
Saya sedikit grogi, huhuhu.. maklum anak baru dalam periklanan…
Dilihat dari Strength atau kekuatan, iklan ini cukup dapat dimengerti oleh orang yang melihatnya. Iklan ini sangat simple, diperlihatkan tampak bawah sekelompok anak muda sedang berkumpul (terlihat dari sepatu, sandal, jeans dan kuteks juga cincin yang sangat di dominasi oleh kalangan tua... pikiran kita sama kan?).
Konsep ramah lingkungan digambarkan melalui tanda ”please recycle” dan visualisasi botol PEPSI yang kosong yang digunakan untuk melakukan suatu permainan langsung menembak audience bahwa PEPSI adalah produk yang sayang dengan lingkungan dan botol PEPSI dapat digunakan untuk hal lain yakni untuk dijadikan alat permainan sewaktu berkumpul bersama teman-teman.
Sebenarnya iklan ini sangat mengena di benak saya sebab saya pernah melakukan permainan true or true dengan menggunakan botol minuman seperti ini saat berkumpul dengan bohlamers a.k.a anak-anak bohlam =)

Weakness atau kelemahan berkata lain, memang dari hal yang simple seperti yang saya katakan diatas bahwa iklan ini cukup menggambarkan suasana anak muda yang sedang berkumpul dan identik dengan bergembira melalui permainan tetapi kekuatan ini juga akahirnya menjadi kelemahan yakni, iklan ini simple tapi cukup kurang kuat menggambarkan bahwa PEPSI menjadi sahabat dikala mereka sedang berkumpul.

Oppurtunity atau kesempatan yang bisa ada dalam iklan PEPSI ini adalah adanya visualisasi penuh dari gambar anak-anak yang sedang bermain ini, misalnya digambarkan Full badan dari model sendiri sehingga bisa terlihat keceriaan anak-anak muda yang sedang berkumpul dan menggunakan PEPSI sebagai salah satu alat permainan. Ini akan memberikan nilai plus bagi persepsi di benak konsumen. Jika saya melihat iklan PEPSI dengan keceriaan yang nampak itu akan membuat saya jadi berpikir bahwa jika saya mengonsumsi PEPSI maka saya akan merasakan keceriaan.

Threat atau ancaman yang akan dialami oleh iklan PEPSI ini adalah terlalu banyaknya persamaan konsep yang diambil oleh iklan-iklan produk saat ini yakni mengenai isue GLOBAL WARMING sehingga konsumen telah banyak melihat konsep iklan yang sejenis di berbagai produk.


Kesimpulan dari saya..

Segmentasi dari PEPSI sendiri adalah anak-anak muda, targetingnya adalah anak-anak muda yang senang berkumpul dengan teman-temannya sehingga iklan PEPSI ini visualisasinya digambarkan ketika sekelompok anak muda yang sedang berkumpul dan mereka menikmati PEPSI. Menikmati PEPSI? Tau dari mana kamu, vi? Ya dari botol PEPSI yang sudah kosong bersih yang digunakan untuk bermain donk.
Oke lanjut ya..
Saat botol PEPSI yang telah diteguk rame-rame dan habis, biasanya yang kita akan lakukan adalah membuangnya tapi jangan salah! Botol PEPSI dapat digunakan untuk yang lain yakni untuk bermain true or dare dan semacamnya, ujung botol dijadikan penunjuk arah siapa yang akan kena dalam permainan.
Jadi kesimpulannya yang ada di benak saya adalah
1. PEPSI ingin memperlihatkan bahwa Ia adalah teman dari sekelompok anak muda yang senang berkumpul bareng teman.
2. PEPSI adalah produk yang walaupun telah habis di konsumsi tetapi tetap dapat dijadikan benda lain yang berguna yakni alat permainan.
3. PEPSI merupakan produk yang ramah lingkungan, borolnya dapat di gunakan untuk hal lain, bukan untuk menambah sampah plastik di gunung sampah.


Sekian review iklan dari saya, maaf jika banyak kekurangan di dalam tulisan saya ini, maklum saya masih perlu banyak belajar dari pengalaman dikritik, di komentari dan di puji. Hahahaha...
Jika sempat kunjungi blog saya di http://hereisprincess.blogspot.com

Hormat saya,

Priscilla olivia

Sunday, January 27, 2008

Review Iklan 2

"SIMPLY NUTRILITE: Eating Better Made Simple"
Reviewer: Acynthia Putri


*klik gambar untuk melihat dalam ukuran yang lebih besar*

Brand/Produk : SIMPLY NUTRILITE/Makanan, minuman dan suplemen kesehatan
Agency : Brooklyn Brothers, New York
Media : Print
Pesan : "Eating Better Made Simple"
-----------------------------------

Sebelumnya, mari bicara sedikit tentang Brooklyn Brothers, biro iklan di New York yang mendeklarasikan diri sebagai "creative enterprise" alih-alih 'advertising agency'. Karya-karya biro iklan ini (terutama print) cenderung simplistis dengan konsep dan copywriting yang humoris khas barat. Meskipun demikian, humor yang mereka gunakan juga tetap menyesuaikan dengan target dari produk yang diiklankan. Print ad SIMPLY NUTRILITE ini salah satunya. Mungkin bisa dikatakan iklan ini dapat menggambarkan karakteristik Brooklyn Brothers yang menganggap semua clientnya adalah 'client favorit'.
(find your brother at Brooklyn Brothers' website here.)

Menurut saya, pesan utama yang ingin disampaikan sesuai dengan tagline produk: "Eating Better Made Simple". Secara umum, iklan ini ingin mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi makanan sehat bernama SIMPLY NUTRILITE, artinya pola makan kita membaik. Jika pola makanan kita membaik, badan kita jadi sehat. Kalau badan kita sehat, pikiran juga segar. Kalau pikiran segar, segala yang kita kerjakan akan menjadi mudah!

Yang membuat saya salut dan nyaris percaya pada iklan ini adalah cara pengkomunikasiannya yang kembali ke karakter produk: SIMPLE. Dengan menggunakan pendekatan hiperbolis khas iklan, mereka menggambarkan suatu tindakan yang sebetulnya sangat mustahil (paling tidak katakanlah rumit)--menjadi simple. Tentu saja ini juga sangat didukung oleh visual art yang amat simple dan jenis font yang dinamis dan tidak kaku.

Iklan ini menggambarkan langkah-langkah pembedahan otak dalam 3 tahap. Tahap 1, orang itu bodoh karena mengatakan 1+1=3. Tahap dua, otaknya dibedah. Tahap ketiga, orang itu sudah tahu bahwa 1+1=2. Lalu headline-nya mengatakan: "Brain Surgery Made Simple".

Sebetulnya, kalau saya, dari penggambaran ini kita bisa memunculkan empat interpretasi:
1. "Jika pikiran Anda tidak cerah karena badan tidak sehat, konsumsilah SIMPLY NUTRILITE. Otak Anda serasa diperbaharui!"
2. "Jika Anda mengkonsumsi SIMPLY NUTRILITE, hal-hal rumit menjadi mudah!" (buktinya operasi otak aja selesai dalam 3 langkah)
3. "Jika Anda mengkonsumsi SIMPLY NUTRILITE, Anda tidak perlu jauh-jauh memikirkan penyelesaian yang sulit (sampai bedah otak segala). SIMPLY NUTRILITE-lah solusi yang paling mudah." atau
4. 'Penggambaran tiga langkah operasi otak yg simple' ini semata-mata hanya sebagai simbolisasi produk sendiri; yaitu produk kesehatan yang bentuknya hanya sesimpel bars, sangat praktis dan mudah dikonsumsi.

Mungkin ini terbilang resiko iklan dengan visualisasi adegan yang simple dengan copy atau headline simple pula. Maknanya jadi ambigu. Tapi dalam kasus ini, keempat interpretasi yang muncul semuanya tetap menonjolkan keunggulan yang ditawarkan produk, dan tetap berkaitan pula. Interpretasi yang saya kemukakan di atas bisa jadi betul semua, betul salah satu saja atau bahkan salah semua (jika dikoreksi oleh creator iklannya). Tapi justru pemaknaan ganda inilah yang paling mungkin terjadi saat iklan ini dilihat oleh berbagai macam orang yang isi kepalanya berlainan.
Teman-teman yang membaca review saya ini juga tidak harus 100% setuju lho.

Kesimpulan
Satu hal yang perlu kita cermati adalah bahwa iklan ini telah mencoba (dan menurut saya berhasil) menyampaikan suatu produk yang biasanya kelihatan rumit menjadi simple. Biasanya iklan produk makanan kesehatan, suplemen, dsb menggunakan pendekatan kesehatan dan bahkan medis. Tapi iklan ini menawarkan komunikasi yang segar dan out of the box, sehingga "suplemen & makanan kesehatan" sudah bukan lagi hal yang 'seram', berat dan merepotkan. Masyarakat malah jadi merasa dekat dengan budaya mengkonsumsi makanan sehat karena produk ini praktis seperti makan snack biasa dan tentunya karena diiklankan dengan bahasa yang 'segar' pula.

Akhir kata... jagalah pola makanmu. =D

Thursday, January 10, 2008

Review Iklan 1

”Tanggap Flu Burung”
Reviewer : Susilo Hadi



Produk : Kampanye Tanggap Flu Burung
Client : Komnas FBPI, yang didukung oleh UNICEF, dan pemerintah Jepang
Placement : Koran Kompas 21 Desember 2007 dalam halaman suplemen Yogyakarta
Pesan : Tanggap Flu Burung
------------------------

Tangan kita pencegah flu burung

Empat langkah mencegah flu burung :
1. Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati.
2. Cuci pakai sabun tangan dan peralatan masak anda.
3. Pisahkan unggas dari manusia.
4. Periksakan diri ke puskesmas jika ada gejala demam setelah
berdekatan dengan unggas.



Iklan ini ditujukan bagi keluarga yang memelihara unggas, seperti ayam, bebek, itik, angsa, ataupun burung. Dengan kategori geografis kota, pinggiran kota dan pedesaaan. Melalui iklan ini sangat jelas terbaca maksud dan tujuannya karena jenis kalimat dari penggunaan kata disesuaikan dengan target yang memiliki anggapan kontak manusia dengan unggas merupakan hal sepele yang tidak perlu dipikir secara mendalam sehingga disampaikan secara sederhana. “Tanggap Flu Burung “ menggunakan kesadaran audience Indonesia akan pepatah popular “Lebih baik mencegah daripada mengobati“ sebab kata “Tanggap” pada pesan iklan berkesan memberikan edukasi mengenai tindakan inisiatif yang harus dilakukan sebagai respon terhadap wabah flu burung. Terjadi pada bagian kelompok masyarakat tertentu sehingga bagian kelompok masyarakat lain harus mengambil tindakan sebelum kejadian yang sama menimpanya.

Isu
Bagi penduduk Indonesia memelihara unggas merupakan kegemaran, kegiatan tersebut dapat berupa memelihara hewan ternak sebagai hobi, ataupun kegiatan sambilan yang menguntungkan karena menghasilkan daging dan telur yang dapat dikonsumsi. Khususnya daerah Yogyakarta unggas merupakan binatang yang sangat wajar bila berinteraksi dengan manusia.
Bagi penduduk Yogyakarta pada tingkat usia enam puluh tahun keatas dengan kategori geografis pedesaaan beranggapan bahwa tidak lengkap rasanya apabila sebuah keluarga tidak memelihara unggas, khususnya ayam. Psikografi penduduk Yogyakarta sangat menghormati perkataan orang tua sehingga pemahaman tersebut erus terpelihara dan diwujudkan. Faktor lain dalam lingkup geografis pedesaaan yang mendukung hubungan interaksi keluarga dengan unggas adalah karakter penduduknya yang merasa segan untuk membuang makanan dengan percuma, sehingga memelihara unggas bertujuan untuk menghabiskan makanan yang tersisa. Sedangkan pada kategori geografis pinggiran kota, pemukiman padat memelihara unggas merupakan hobi yang menyenangkan, trend-nya berupa memelihara burung dalam sangkar.
Penyakit flu burung yang mewabah, disebabkan oleh hubungan manusia yang terlalu dekat dengan unggas. Dari hubungan tersebut timbul sikap bersahabat yang membuat masyarakat, khususnya Jogja tetap beranggapan bahwa unggas peliharaan mereka tidak akan mengancam keselamatan jiwa meski telah terjadi kasus-kasus kematian akibat penyakit Flu Burung yang menjangkit melalui unggas peliharaan. Terlebih wabah Flu Burung belum pernah terjadi sebelumnya.
Berkaitan dengan isu, berarti saat ini belum ada kesadaran masyarakat bahwa sebenarnya mereka sangat berperan dalam fenomena penyebaran penyakit Flu Burung. Maka pesan “Tangan kita pencegah flu burung” difungsikan untuk membangun kedekatan antara masyarakat dengan wabah Flu Burung sekaligus menjadi tanda prilaku yang harus dilakukan oleh audience ( call for action ). Pada kelanjutan pesan dinyatakan “4 langkah mencegah Flu Burung”.

Pesan tersebut disampaikan dengan penyesuaian terhadap psikografi penduduk Jogja, bilamana pesan berupa tindakan tidak lagi memelihara unggas maka akan bertentangan dengan karakter mereka dan tujuan kampanye kesehatan tidak akan terwujud. Sehingga call for action berupa perilaku sehat dalam memelihara unggas.

Ide
Kampanye ini bertujuan untuk mendidik sebanyak-banyaknya audience, sehingga berprioritas pada pengambilan perhatian audience Koran Kompas. Dari kebutuhan tersebut maka iklan Tanggap Flu Burung memerlukan stoping power yang tinggi, dan hal tersebut dilakukan dengan melakukan penempatan visual iklan pada kolom iklan baris yang biasanya hanya berupa tulisan.
Ide penempatan ini didukung dengan pengemasan visual berupa tanda stop yang digunakan polisi lalu lintas ( menghadapkan telapak tangan pada orang lain ) yang diplesetkan menjadi telapak tangan dengan empat jari dirapatkan dan jempol terlipat yang juga berfungsi memperkuat pesan “4 langkah mencegah Flu Burung”. Desain visual tangan yang bergaris merah turut mendukung upaya menarik perhatian , terlebih iklan ini menggunakan space iklan kolom dalam jumlah banyak yang kemudian digabungkan menjadi satu.

Kesimpulan
Iklan kampanye mencegah flu burung ini dikemas sangat sesuai dengan karakter targetnya, baik dalam pesan yang tertulis pada copywriting-nya maupun secara visual. Namun dalam iklan ini tidak terlihat adanya upaya untuk membangun keingintahuan audience tentang flu burung itu sendiri, padahal hal tersebut termasuk kebutuhan, dan akan lebih mengedukasi mereka untuk dengan sadar melakukan pencegahan persebaran penyakit Flu Burung.

Tuesday, December 18, 2007

Agency of The Year Citra Pariwara 2007 Ranking:

1. JWT Indonesia (25 point)
2. McCann Worldgroup (15 point)
3. Hakuhodo Indonesia (9 point)
4. BBDO Indonesia (6 point)
5. Ogilvy Indonesia (4 point)
6. BatesAsia Indonesia (4 point)
7. Bohlam Advertising (3 point)
8. Exist Communications (1 point)
9. Publicis Indonesia (1 point)


teman-teman lihat prestasi ini..
semoga ini lebih mengacu teman-teman unutk terus berkarya

-ae-

Tuesday, November 27, 2007

How is Advertising?

LET US SEE FROM THE BEGINING...

Periklanan itu kecil, cuma satu dari buanyak bagian marketing mix!
Periklanan itu banyak yg g suka, banyak dosa, bikin org Indonesia
goblok!(Apalagi buat mrk yang pernah nonton iklan'e
"Six Sense"!)
Udah kecil, banyak yang g suka, Idup lagi!
Banyak org, mahasiswa yang beranggapan "iklan mah iklan aja g usa
aneh2, sok sibuk, sok pinter!Lbh penting gini'an/gitu'an!"

Kenapa hal demikian terjadi?
Karena :
a. Org2 g sadar kalo iklan yang sembuhin perut kl lg mules!Bukankah iklan yang kasi tau ke mereka smua kl didunia ini ada Diapet ?!
b. Org2 g tau btapa kita mencintai kejujuran, sbrapa bencinya kita sama orang yang bo'ong wkt isi kuesioner!(riset)
c. Mereka jg g pernah tau kl iklan goblok it lahir dari pola pikir mereka sendiri!(Advertising were driven by consumer!)
d. Org2 g sadar kl iklan jg karya!Mana bisa kita disebut org iklan kl g pernah bikin karya, magang aja suruh kirim portofolio!Mereka jg g pernah tau betapa bangganya kita wkt bikin iklan (coba inget2 wkt pertamakali bikin karya)dan seberapa besar kepala mahasiswa wkt menang lomba iklan!

Periklanan it passion!
{Liat aja Pungkas(CP2006)sm Berto (CP2007)yang nekat ke Jakarta buat jd volunteer padahal g tau bakal tidur dmn kl mlm!
Tidak untuk membuktikan apapun!
Yang ada mereka hanya berjuang karena passion it sendiri.
Bagi mereka ke Jakarta itu sangat berarti, dan ternyata bagi seluruh Bohlam juga.
Betapa kerennya Bohlam karena ada org2 yang memberi contoh demikian.}
Tidak terbatas pada apa yang terlihat, kita g pernah tau seberapa mengejutkan tindakan yang bisa dilakukan manusia bila d gerakan oleh kemauannya.
( Huff... Buat tmn2 kl mo nulis, jangan lupa tarik nafas dl dalem2.Huff...Oke :)

Susilo

Friday, November 23, 2007

kegagalan yang tertunda

siapa bilang bohlam itu kumpulan orang kreatif?
siapa bilang bohlam itu menang terus?
seperti roda kan? kadang memang merasakan enaknya diatas
dan terkadang juga harus merasakan terinjak di bawah..
semuanya itu berujung dari proses yang sangat alamiah
kita ingin selalu belajar dari kesalahan.
tentu saja perjalannya tidaj semulus dan seindah yang dibayangkan
belajar itu perlu akan tetapi jangan lupa temen2 harus berkarya
berkaryalah sebanyak mungkin dan buat langit itu penuh dengan karyamu
sehingga bisa menghiasi seluruh sudut langit yang selalu dilihat oleh semua orang
tidak harus berwarna kuning seperti bintang
tidak harus berwarna merah sperti matahari
semuanya kan indah kalau dilihat secara bersamaan
hahahahaha
berkaryalah teman...

-albertus eko-
art director

Friday, October 26, 2007


Mekanisme kerja Account Department Bohlam Advertising UAJY

Sejalan dengan peran Bohlam Advertising yang eksis dan berkembang sebagai media pembelajaran bidang periklanan dan komunikasi pemasaran Universitas Atma Jaya Yogyakarta, agenda kegiatan Bohlam berjalan sesuai dengan program kerja yang telah direncanakan di awal tahun regenerasi. Pemimpin divisi memiliki tanggungjawab masing-masing untuk mengembangkan anggotanya, baik dengan seminar, pameran, workshop, termasuk menjalankan fungsi biro iklan imajiner. Fungsi ini merupakan salah satu agenda utama Bohlam dalam simulasi pengelolaan job description sebuah biro iklan.

Account Director berperan penuh sebagai pemimpin projek yang bertugas melakukan koordinasi dengan seluruh divisi untuk menentukan calon klien berikutnya. Fungsinya sebagai koordinator umum dan jembatan komunikasi antara klien dan Bohlam. Area kerjanya meliputi kontak pertama dengan klien menuju proses client brief, creative brief, kolaborasi strategic planning dengan creative, membuat kontrak, supervisi produksi dan final art, approval, hingga deliver.

Kontribusi utama Account Department bagi organisasi adalah melalui kemampuan para pembina usaha untuk menciptakan jaringan kerja (networking) yang kondusif dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam mengisi peran Bohlam sebagai media pembelajaran. Dalam hal ini termasuk dua tugas utama dalam hal networking yaitu :
1. Menciptakan dan menjalin hubungan baik dengan praktisi iklan dan media massa.
2. Merencanakan kegiatan yang berkenaan dengan kerjasama Bohlam dan advertising agency.

Anggota Bohlam Advertising yang tergabung dalam divisi bina usaha ini terdiri dari mahasiswa komunikasi UAJY dengan latar belakang spesifikasi program studi yang variatif. Pada dasarnya memang divisi ini terbuka untuk siapapun tanpa harus memiliki keahlian ataupun bakat tertentu. Semua dibebaskan menurut kemauan dan semangat calon pendaftar. Pengurus hanya akan mendukung dan menyediakan bahan yang selayaknya dipelajari dalam client handling. Sesuai dengan tatanan strukturil yang diadopsi dari biro periklanan sebenarnya, Bohlam membagi jabatan anggota bina usaha menjadi Account Director, Account Manager, Account Executive. Adapun kewajiban Account Director dalam aktivitas client handling adalah sebagai berikut :
1. Mengatur billing.
2. Mencari dan membina calon client.
3. Mengelola dan menjalin hubungan baik dengan client lama.
4. Mengarahkan Account Executive dalam bertugas.
5. Mempertimbangkan segala kebijakan yang berkenaan dengan kerjasama dua belah pihak.

Hingga Mei 2007, Bohlam telah mengelola variasi produk di bidang kuliner, properti, edukasi dan sebagainya. Bentuk kerjasamanya sederhana. Persetujuan kontraprestasi tergantung kesepakatan kedua belah pihak yang seringnya diselesaikan secara kekeluargaan. Keberhasilan bisnis bukan diukur melalui besar billing yang dicapai, namun lebih pada kelancaran proses produksi dan hubungan yang masih terjalin dengan baik paska-projek.



posted : Aloysius Pungkas Riandika




Wednesday, September 26, 2007

Seminar Entrepreneurs with Prof. Alan Davis

“THE RISE AND FALL OF A BUSINESS STARUP”
(With Lessons for All Wannabe Entrepreneurs)
by
Prof. Alan M. Davis
College of Business
University of Colorado at Colorado Springs

Dalam seminar ini Prof. Alan Davis menjelaskan bagaimana menjadi seorang entrepreneurs. Seorang entrepreneurs haruslah memiliki passion untuk Make a Difference yaitu membuat suatu perbedaan dari yang lainnya sehingga memiliki ciri tersendiri, kemudian Succeed yaitu untuk meraih kesuksesan harus memiliki motivasi untuk selalu maju dan yang terakhir adalah Fix Problems yaitu bisa menyelesaikan setiap permasalahan dengan baik.
Karakteristik seorang entrepreneurs menurut Prof. Alan Davis adalah Creative, Passionate, Tenacious despite Failure, Confident, Perfectionist, Ability to See Big Picture, Liking Risk, Obsessed with Opportunities, Need for Achievement, Adaptable dan Tolerant to Ambiguity.
Industri yang sedang naik daun pada tahun 2007 ini adalah Life Sciences (31%), Sofware (21%), Internet (13%), Media and Entertainment (7%) dan Clean Tecnology (6%).
Potensial benefit yang akan diperoleh dengan menjadi entrepreneurship adalah kita bisa mempunyai kesempatan untuk berkreasi dan mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik tentunya, kesempatan untuk berbeda dengan orang lain (ex : menjadi yang terbaik, mempunyai nilai lebih dari orang lain), kesempatan untuk memperkaya dan menggali lebih dalam potensi yang kita miliki, kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan sosial kita dan kesempatan untuk dapat melakukan apa yang kita sukai.
Bidang periklanan juga merupakan lahan bisnis yang subur sehingga penting memiliki seorang entrepreneurs. Lahan pertanian yang subur tentu dikelola oleh seorang petani yang memang mengerti dengan baik apa usaha yang harus ia lakukan untuk membuat lahannya tetap berproduksi. Orang-orang iklan juga penting mengetahui bagaimana cara atau teknik berbisnis dengan baik agar segala usaha yang dilakukan untuk memenuhi keinginan klien lebih dihargai.


By
Riry_Bohlam


Nb :
Prof. Alan M. Davis ini sangat peduli dengan kaum muda yang selalu ingin maju dan memiliki semangat yang tinggi dalam berkarya. Klo temen-temen tertarik silahkan e-mail aja ke adavis@uccs.edu and jangan lupa kirim foto biar dia tahu plus inget sama wajah kamu…!!

Monday, September 17, 2007

Bohlam Press Release

Periklanan merupakan kajian ilmu yang sangat universal.
Semua orang bisa mempelajarinya, semua orang bisa menikmatinya.
Mempelajari periklanan sama dengan mempelajari hidup. Kita diajak untuk tenggelam dalam nilai-nilai dasar kebutuhan hidup manusia. Mulai dari kebutuhan fisiologis, biologis hingga psikologis. Melalui ilmu dasar periklanan yakni komunikasi, kita berusaha mengemas sebuah pesan dengan indah dan memorable. Bayangkan saat seorang anak bercerita bahwa seluruh anggota keluarganya bisa masuk dalam satu mobil untuk ikut liburan bersama, ada aak, teteh, kakek, nenek .....uuu so sweet, so easy, damn impactful! Rasakan kebahagiaan si anak saat dikelilingi oleh orang-orang yang ia cintai. Rasa itu yang akan tinggal bersama dengan merek produknya. Feel the art of communication, feel advertising.

Industri periklanan bergerak begitu dinamis. Tuntutannya makin kompleks. Sayangnya minim sekali saluran untuk berkomunikasi dengan praktisi profesional periklanan yang kebanyakan berladang di ibukota. Akademisi yang di daerah harus berjuang lebih keras untuk melawan keterbatasan mencari ilmu. Ironis saat tiba waktunya bekerja di perusahaan besar ibukota tapi malah dimaki-maki atasan karena dibilang kurang wawasan. Maka dimana kamu saat kami butuhkan?

Untuk mengejar jarak dengan industri, akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta berinisiatif untuk melatih pola advertising agency yang sebenarnya namun versi pelajar. Maka berawal dari obrolan ringan setelah kuliah, beberapa mahasiswa periklanan Atma Jaya Yogyakarta mendirikan Bohlam Advertising. Sebuah komunitas periklanan yang berperan sebagai kelompok profesi yang berinisiatif untuk mempelajari periklanan itu sendiri dari segi praktis dan teori ringan. Media pembelajaran ini merupakan simulasi advertising agency yang dikelola sedekat mungkin dengan sistem perusahaan yang sebenarnya.

Pada umumnya keanggotaan Bohlam terbuka untuk seluruh mahasiswa Fisip Atma Jaya. Namun secara khusus rekrutmen anggota baru lebih menyasar pada mahasiswa yang telah memilih jurusan periklanan dan komunikasi pemasaran sebagai konsentrasi studinya. Sistem keanggotaan Bohlam adalah regenerasi. Selayaknya sebuah organisasi, tiap tahun ajaran baru Bohlam melakukan pergantian kepengurusan.

Secara sistematis Bohlam terbagi menjadi dua sistem kepengurusan. Satu sisi berdiri sebagai sebuah organisasi kampus, sedangkan sisi lainnya sebagai biro iklan imajiner. Pada organisasi berlaku jabatan ketua, wakil dan anggota-anggotanya. Aktifitasnya antara lain mengadakan seminar, pameran, workshop dan segala bentuk pengembangan wawasan periklanan. Sumber dana dan lokasi penyelenggaraan pun masih harus menyeberangi birokrasi kampus yang paaanjang dan laaaama. Berbagai bentuk perijinan berupa proposal ataupun rayuan verbal sudah jadi makanan sehari-hari demi berjalannya program kerja. Tapi ada saatnya Bohlam berubah menjadi biro iklan. Disini seluruh anggota Bohlam dibagi dalam tiga divisi utama, account, creative, dan media department. Meski ‘pura-pura’, Bohlam memberanikan diri untuk mengelola klien. Berusaha memberikan layanan terbaik dan output yang kreatif bagi klien. Klien Bohlam mudah ditemukan disekitar kampus. Warung makan, salon, dan yang paling dekat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UAJY sekaligus kantor Bohlam itu sendiri. Account Bohlam juga berasal dari bidang usaha teman sendiri. Situs internet, toko kado, bioskop mini, hingga real estate. Masing-masing divisi bekerja sesuai bidang tugasnya. Prosesnya melalui alur client brief, creative brief, strategic planning, creative brainstorming, hingga akhirnya dieksekusi, yang sekali lagi dijalani oleh seluruh anggota. Bila lemah, letih, lesu, Bohlam biasanya dicambuk oleh pembimbing kami, Drs. Ign. Agus Putranto, M.si. Jarang Bohlam dapat pujian darinya, seringnya malah dibikin ‘ga pede dan makin kecil. Tapi mungkin ini justru motor semangat Bohlam. Hingga akhirnya pergerakan Bohlam tidak hanya pada produksi iklan tapi juga volunteer untuk festival-festival periklanan.

Berbeda dengan agency, bukan ide Bohlam yang meluap-luap tapi semangat Bohlam yang berapi-api. Bohlam tidak akan pernah lebih dari sekedar gerombolan anak-anak yang masih suka main kejar-kejaran dan usil nyembunyiin sandalnya temen waktu dia lengah. Urunan gorengan waktu rapat dan pamit pulang duluan sebelum kost ditutup. Bohlam hanya ikan kecil yang sedang belajar berenang di samudera yang luas. Bukan untuk menguasai lautannya di kemudian hari, tapi sekedar memberi warna dan menambah heterogenitas varietas diantara makhluk indah lainnya.

Diantara bentuk penghargaan dan kepercayaan yang telah diterima Bohlam dari industri, Bohlam mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Terutama kepada PPPI serta sahabat, keluarga dan kekasih kami yang sudah di agency. We adore you.

Apapun pesannya, caranya tetap melalui advertising.
Selanjutnya? terserah Anda.


Aloysius Pungkas Riandika
Former Account Director Bohlam Advertising batch 3

Monday, July 2, 2007

Dwi Sapta

Hai friends, masih ingat dengan acara bedah bukunya Dwi Sapta, “Advertising That Sells”? Waktu itu saya dapat tugas bikin notulen. Bingung nieh mau nyerahin hasil catatannya ke siapa.

Nah, saya masukin di blognya BOHLAM aja ya. Supaya kerja saya nggak sia-sia :p, dan semua orang bisa baca. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, semoga catatan ini berguna bagi yang membaca! J

PS: kalau ada yang mau nambahi monggo lho…

© ineke bohlam

ineke.keepintouch@gmail.com

ineke_atma@yahoo.com

BEDAH BUKU

ADVERTISING THAT SELLS

“ Strategi sukses membawa merek Anda menjadi pemimpin pasar”

Karya: Dyah Hasto Palupi & Teguh Sri Pambudi

Diselenggarakan pada:

Kamis, 23 November 2006. Pk 12.00-16.00

RUANG AUDIOVISUAL. Kampus Thomas Aquinas

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

Oleh Dwi Sapta Advertising

Organized by: Bohlam Advertising

PROFIL PEMBICARA

Aloysius Adji Watono, adalah President Director Dwi Sapta Advertising sekaligus pemilik Dwi Sapta Group yang membawahkan enam perusahaan yang berkaitan erat dengan dunia periklanan, yakni Dwi Sapta Advertising (perusahaan periklanan), Main Ad (perusahaan periklanan), Netra Comm Production (production house), Neo Post Production (postproduction house), In Ad (digital printing) dan DSP Media (perusahaan media placement).

Adji Watono lahir di Kudus, 17 Mei 1950. Beliau menamatkan pendidikannya di Jurusan Fotografi Adolf Lazi School, Stuttgart pada 1975 dan melanjutkan sekolahnya di Technical Photography di Berlin pada 1976-1979, masih di Jerman Barat. Kembali ke tanah air Adji mendirikan Studio 27 dengan dua orang karyawan. Studio 27 yang merupakan studio foto ini merupakan cikal bakal Dwi Sapta Advertising di kemudian hari. Hingga saat ini Dwi Sapta Advertising telah memiliki karyawan sekitar 300 orang dan menjadi one stop shopping agency yang memberikan layanan mulai strategi komunikasi, perancangan/ pembuatan iklan hingga tayang di media cetak , radio dan televisi; kampanye below the line, event, tv programmed an promosi; serta pemesanan dan pembelian media.

M. Kh. Rachman Ridhatullah, adalah Business Development Manager Dwi Sapta Advertising, Kelahiran Cirebon, 25 Oktober 1968 ini meraih gelar S1 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitan Padjajaran Beliau melanjutkan pendidikannnya ke jenjang S2 bidang ilmu komunikasi di Universitas Indonesia. Saat ini beliau tengah menempuh studi S3nya masih di Universitas Indonesia. Rachman pernah menjadi Research Associate di beberapa advertising agency seperti: Artek n Partner, Excis Communications, dan Times Communications sebelum akhirnya menjadi Account Planning Research Manager di Matari Advertising. Pernah juga singgah di Client Side, sebagi GM Divisi Marketing Communication PT Indocare Citrapasific Group. Beliau bergabung di Dwi Sapta mulai 15 Mei 2006. Aktivitas di luar pekerjaannya saat ini adalah sebagai Wakil Sekjen ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia) Pusat 2001-2006.

Nani Sumarni, adalah Creative Director Dwi Sapta Advertising. Nani menyelesaikan studinya di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL Universitas Gadjah Mada. Lebih dari sepuluh tahun bekerja di advertising industry. Nani sempat berkarier di ARtek & Partner, Binamark Indonesia, Pratam Bozell, JC & K, Hotline Advertising. Terakhir, beliau menjabat sebagai Creative Director di Dwi Sapta Advertising.

*

LATAR BELAKANG

mengapa “advertising that sells”?

Terdapat dua paradigma:

  • Creative is creative
  • Produsen wants to sell its product

MEREKA TIDAK BERTEMU

Terinspirasi oleh pernyataan David Ogilvy yaitu “kreatif kalau tidak menjual tidaklah kreatif”, penulis melakukan riset selama 1 tahun. Ditemukanlah Dwi Sapta, from zero to hero, from nothing to something

Kenapa Dwi Sapta (agency local) masih bisa bertahan di tengah agency asing di Indonesia?

Lowe selalu menjadi nomor satu karena dia memegang captive market yaitu produk- produk Unilever. Produk-produk Unilever selalu masuk ke Lowe dan budget iklannya unlimited.

Buku ADVERTISING THAT SELLS berisi perjalanan Dwi Sapta Advertising selama 25 tahun.

3 bagian yang ada dalam buku ini:

  1. corporate culture: 9 KREDO.
  2. 9 CASES brand yang ditangani Dwi Sapta. Dikisahkan dari brand sebagai pemain baru sampai menjadi market leader atau istilahnya from nothing to something, from zero to hero

(9 merek : Soffell, Vegeta, Adem Sari, Ovale Fatigon, Djarum Coklat, dan Djarum 76, Tolak Angin, Mixagrip, Ceres dan Selamat)

  1. cerita tentang company. Siapa Dwi Sapta dan orang yang di balik Dwi Sapta.

*

THINK GLOBAL, ACT LOCAL.

Spirit adalah landasan Dwi Sapta bagaimana menservis klien

‘THE DWI SAPTA WAY”: Client is everything

9 CREDO DWI SAPTA ‘way of life and way of thinking”

  1. creative that sells

SDM kuat

“Iklan yang di create Dwi Sapta harus menjual”

Ogilvy: If it doesn’t sell, its not creative

Pesan iklan harus dimengerti (tidak hanya dimengerti sebagai iklan yang kreatif/ yang menang award)

  1. single message, simple, segmented

focus to your target market

Iklan Dwi Sapta hard sells

  1. be different, be controversial, big idea

breakthrough, break rule of the game

out of the box, memicu buzz dan word of mouth

  1. QCD

Best Quality: unique value preposition

Reasonable Cost: reason to buy

dan Fast Delivery: extraordinary values

Riset à reason to buy

Give: fleksibilitas dan excellent servie terhadap klien sehingga à extra ordinary values

UNIQUE VALUE PREPOSITION

  1. Serve with the heart à jiwa dan hati yang tulus

- real differentiation: layanan ini sudah menjadi budaya dan mengakar kokoh di karyawan Dwi Sapta

  1. create intimacy, build agency- client chemistry:

intimacy intinya biar klien senang dengan Anda sebagai persahabatan, kedekatan, kejujuran, komitmen. Intimacy à ada benefit

  1. sleep with client, listen to their needs

Their wants and expectation: memenuhi keinginan, kebutuhan klien

Insightfull research à memenuhi hidden need klien secara efektif ( tidak hanya terpaku pada brief klien secara tertulis)

  1. Make your client succeed first and your success will follow

Client success is your DNA of success

Client success is your competitive advantages

Client success is everythings

  1. Client life time loyalty will lead sustainable profit

Statisfaction is worthless… and loyalty is prin

“Bagaimana kita membuat klient loyal pada kita”

Mampu menciptakan sustainable profit bagi klien sehingga mereka akan tetap loyal (lock in customer)

Cara Dwi Sapta melakukan…?

Be, a friend

Then, make them loyal

And finally, they’ll be life time customer

“Apapun Bisnis Yang Kita Lakukan, Jika Kita Kerjakan Secara Baik, Hasilnya Akan Baik”

*

Konsep iklan DWI SAPTA bisa sukses karena konsep yang sifatnya konten dan konteks

Konten merupakan apa yang akan disampaikan

Konteks adalah bagaimana cara menyampaikannya

Tiap agency dapat briefing konten yang sama, tapi konteks dari tiap agency berbeda-beda.

CONTENT

  • Mengkomunikasikan F & B (Feature and Benefit) à USP (Unique Selling Preposition) product yang diiklankan à manfaat fungsional dan rational lebih dikomunikasikan daripada emosional.

Contoh: Adem Sari straight forward produk untuk panas dalam, dan Fatigon multivitamin untuk capek. Tanpa banyak ilustrasi.

Sekilas cerita kesuksesan Adem Sari…

  • Adem Sari masuk ke pasaran pada tahun 1996.

Pada waktu itu market leadernya adalah larutan cap kaki tiga.

Positioning Adem Sari: serbuk pereda panas dalam, bentuk sachet.

Pesan: “Panas dalam minumannya Adem Sari, bukan larutan penyegar”

  • Tahun 2000 pesaing, follower larutan penyegar dalam bentuk sachet muncul.

Campaign ADEM SARI kemudian berubah menjadi “pereda panas dalam yang tidak mengandung pewarna bisa mengobati sariawan, bibir pecah-pecah akibat panas dalam. Produk lain hanya mencegah, ADEM SARI mengobati"

  • Share ADEM SARI 65-70%

CONTEXT

  • Straight forward
  • Simple
  • Single message (Focus)
  • Hard sell. Tapi tidak semua semua produk diperlakukan begitu. Tiap merek khan punya life cycle. Kalau merek sudah kuat, lebih ke emotional.

Contoh:

- TOLAK ANGIN:

  • Merepositioning tolak angin yang dianggap jamu untuk kelas pinggiran
  • Menggunakan selebrity endorser yang (saat itu) memiliki image high class (DEWA, Sophia Latjuba), dan juga endorser dari kalangan akademisi (Rhenald Kasali)
  • Pesan: “orang pintar minum tolak angin”

- SOFFEL: “putus hubungan dengan nyamuk” à keyword meningkatkan penjualan

Th 2004: market share 64%

9P DWI SAPTA

à ramuan yang menjadi dasar iklan Dwi Sapta dan membedakannya dengan kreatif lain

  1. Product: F & B, differensiasi
  2. Price
  3. People
  4. Problem
  5. Positioning
  6. Promise
  7. Prove
  8. Priority
  9. Platform

LEADERSHIP & ENTERPENUERSIP SUKSES

Skill advertising: 1. creative 2. media 3. account manager

Enterpenuership, membayar ketiga skill tersebut!

Leader: pemimpin orang kreatif

Enterpernersip: keuletan melewati pasang surut

Kesediaan mendengarkan kllien

*

CREATIVE

Creative that sells or creative to creature

Dalam membuat iklan menekankan benefit.

Balik ke produk.

  • Apa produk yang ditangani?
  • Siapa penggunanya?
  • Bagaimana situasi produk di market?

Di Dwi Sapta ada supporting department yaitu research. Dari situlah pertanyaan diatas bisa terjawab.

Message dalam iklan harus menjawab mengapa produk dibeli, apa yang mereka inginkan

Ketika membuat iklan, iklan harus powerfull dan impactual supaya berdampak positif terhadap penjualan.

Di tengah clutternya iklan di media, sebuah iklan harus mempunyai stopping power supaya diperhatikan.

Contoh: FATIGON

Hasil survey, multivitamin diasosiasikan dengan daya tahan tubuh = tidak mudah sakit. Hal ini dianggap biasa Fatigon kemudan membuat posisioningnya yaitu multivitamin untuk capek. Terminologi ‘capek’ ini didapatkan dari sleep with customer. Semua orang pernah merasakan capek. Capek= tidak bisa tidur, tidak bisa kerja. Padahal kita ‘harus’ bekerja

Terminologi ‘capek’ ini kemudian dilempar kepasar à BOOM! market share 35 %

Survei selanjutnya menunjukkan Fatigon diasumsikan multivitamin khusus untuk pria. Padahal wanita juga bisa capek. Hasil survey ini menjadi opportunity, peluang pasar untuk Fatigon masuk ke pasar wanita. Hal ini dianggap tidak biasa/ unusual dan controversial.

*

SESI TANYA – JAWAB

  1. MEMPERTAHANKAN KLIEN…

Menservis klien dengan hati yang tulus. Service with the heart

Memahami klien.

Inovatif dan kreatif.

Untuk mendapatkan klien loyalty harus bekerja keras. Membuat klien senang dan memberikan keuntungan terus menerus. Memberikan sustainable profit bagi klien.

  1. MEMBUAT MERK YANG TERKENAL…

Untuk membuat merek yang terkenal, jangan mencoba-coba melawan arus. Kalau mau melawan arus harus punya power dan money yang besar. Kalo tidak, DON’T DO THAT!

  1. SLEEP WITH THE CUSTOMER…

Sleep with the customer maksudnya mengerti apa yang di balik otak customer, yang tersirat maupun tersurat Apa yang mereka pikirkan, rasakan, lakukan. Data ini tidak bisa ditemukan dengan cara biasa seperti kuesioner, FGD, wawancara, dkk.

  1. DALAM KASUS FATIGON. KENAPA TARGET MARKET WANITA TIDAK TERPIKIRKAN SEJAK AWAL?

Dalam membuat iklan Fatigon, Dwi Sapta mendapat brief dari client. Apa yang klien mau, itulah yang dikerjakan. Jadi, orang kreatif itu ibarat main bulu tangkis. Ada batas rambu-rambu yang tidak boleh dilewati yaitu dari klien.

  1. PEMILIHAN ENDORSER SUATU PRODUK…

Pemilihan endorser dilakukan dengan melihat relevansi dengan produk, apa yang ingin dikomunikasikan.

Contohnya dalam pemilihan endorser Fatigon.

Message multivitamin rata-rata hampir sama. Konsep iklan Fatigon muncul dulu baru pemilihan endorser yang cocok untuk itu, yaitu Ari Wibowo. Indy Barends yang memenangkan 36 jam siaran radio di HardRock bersama Farhan juga turut menjadi endorser untuk Fatigon. Prestasi yang diraih Indy dipakai sebagai senjata dalam iklan. Pemenang 36 jam siaran saja bisa capek, untuk itu dia butuh minum Fatigon. Pernyataan Indy “Aku khan perempuan”, menjawab hasil research bahwa Fatigon tidak hanya untuk pria.

Dalam membuat copy, copy writer menulis dengan bahasa sehari-hari. Jangan menggunakan bahasa dewa supaya lebih down to earth.

  1. IKLAN YANG DAPAT DIMENGERTI WALAUPUN ADA BANYAK BATASAN (SEPERTI IKLAN ROKOK)…

“Banyak Jalan Menuju Roma”

  • Research dulu
  • Menyisiati batasan
  • Mengumpulkan bahan-bahan dulu baru meraciknya
  1. IKLAN MELAKUKAN PERBANDINGAN, REPETISI. BAGAIMANA CREATIVE INSIGHTNYA? APAKAH EKSEKUSINYA MENGIKUTI KEINGINAN KONSUMEN? ATAU BREAKTHROUGH?

Customize. Kita tidak bisa menciptakan iklan untuk semua orang. Target market yang dituju dari iklan seperti itu adalah supaya orang mengerti or like it. Prototype target konsumennya memang begitu. Biasanya iklan-iklan itu memiliki budget yang tidak besar tetapi menginginkan impact besar dalam waktu yang singkat. Jadi iklan yang dibuat harus benar-benar ‘nonjok’.

Perlu diingat, creative juga belum tentu suka juga dengan iklan yang dibuatnya. Tetapi pertanyaannya adalah creative membuat iklan untuk apa, memuaskan diri sendiri tapi tidak jalan atau menuruti konsumen?

Satu hal yang tidak boleh dilakukan oleh creative adalah berbohong.

Bisnis development menjadi pintu awal bagi kreatif untuk membuat implikasi di lapangan.

Tidak semua produk bisa diajak hardsell (jualan langsung). Kita harus melihat status produknya, melihat life cyclenya.

Contoh:

Fatigon dulu dikomunikasikan sebagai produk untuk orang baru sembuh

Ekpektasi berubah, regulasi berubah

Berhenti karena ‘capek’ nggak bisa makan. Fatigon kemudian mengkomunikasikan diri sebagai multivitamin untuk capek

Campaign harus terus berubah mengikuti perubahan lingkungan.

Kita harus aware dengan apa yang terhadi di sekitar kita.

Contoh: Masyarakat heboh dengan racun dalam obat nyamuk semprot (HIT). Hal ini dimanfaatkan oleh ForceMagic untuk mengkomunikasikan produknya. Campaign-nya turut terbantu oleh media massa yang memberikan informasi yang relevan mengenai kandungan racun dalam obat nyamuk semprot.

Branding added dari produk disampaikan di iklan.

Contoh: Mixagrip = Kebersamaan. Iklan menggambarkan suasana kebersamaan tersebut dengan endorser Desi Ratnasari. Harus inline!

- sekian -

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More